Apakah Aman Makan Keju Saat Sedang Hamil

Posted on

WikiSehat.com – Apakah aman mengonsumsi keju saat sedang hamil? Sama halnya dengan sirsak, pertanyaan ini sering ditanyakan oleh ibu hamil yang sensitif, seperti keju dan apakah aman makan srikaya untuk ibu hamil, mari kita ulas dengan detil.

[device] [/device] [notdevice] [/notdevice]

Dalam artikel ini akan saya bahas mengenai makanan keju yang sudah biasa kita kenal dan konsumsi sehari-hari khususnya untuk ibu hamil. Menurut Pada ahli Keju itu sendiri tidak berbahaya, karena keju merupakan sumber pasokan makanan dan kalsium bagi ibu hamil. Seperti yang kita ketahui bahwa keju merupakan produk yang berasal dari pengolahan susu.

Keju juga mengandung zat kalsium yang sangat tinggi dan juga mengandung zat fosfor, vitamin sekaligus mengandung protein yang baik untuk dikonsumsi ibu hamil. Keju juga termasuk tinggi kalori yang faktanya memang dibutuhkan seorang ibu saat hamil. Namun, tidak semua jenis keju aman bagi ibu hamil. Ada Beberapa keju mengandung listeria, yang berbahaya bagi janin, dan tidak baik dikonsumsi ibu saat sedang hamil.

Keju bereda di indonesia karena berbagai pengenalan masakan Barat yang masuk ke indonesia membawa banyak makanan dan bahan mentah baru. Oleh karena itu tidak sulit menemukan banyak jenis keju di supermarket atau gerai. Pizza, keju sandwich atau kue keju selalu sangat menarik bagi para ibu. Namun, ibu harus berhati-hati dengan beberapa keju yang bisa membahayakan janin nantinya!

Keju lembut seperti Brie, Camembert dan Chevre (keju kambing) tidak aman bagi wanita hamil. Keju lunak dengan vena hijau seperti Denmark atau Roquefort bukanlah pilihan yang baik untuk kesehatan ibu dan bayi karena keju tersebut sebagian mengandung listeria. Meski risiko infeksi listeria rendah saat ibu mengolah keju hijau harus dimasak benar-benar, tapi sebaiknya tidak dikonsumsi.

Apa yang di maksud dengan listeria

Listeria monocytogenes adalah mikroorganisme bawaan makanan yang berbahaya. Meskipun prevalensinya tidak tinggi (sekitar 0,7 per 100.000 orang), angka kematiannya sangat tinggi, mungkin sampai 20-30%, terutama pada wanita hamil, bayi, orang tua dan immunocompromised Penyakit yang disebabkan oleh Listeria monocytogenes disebut Listeriosis, infeksi mulut menular.

Biasanya, penyakit ini tidak mempengaruhi kesehatan ibu, tapi sangat berbahaya bagi kehidupan janin. Beberapa minggu setelah terpapar Listeria, penyakit ini akan menyebabkan beberapa gejala seperti flu, yang sulit dibedakan dan dideteksi. Pada akhirnya, dengan cepat akan menyebabkan risiko keguguran, kelahiran prematur atau kelahiran mati.

Semua keju keras, bahkan terbuat dari susu yang tidak dipasteurisasi, bisa diterima. Karena bakteri listeria lebih memilih lingkungan basah, itu sebabnya hanya berada di keju lunak.

Daftar Keju yang boleh Dikonsumsi Ibu Hamil

Keju Cheddar, Cheddar, Cheshire, Derby, Gloucester ganda, Edam, Emmental, cheddar kambing Inggris, Feta, Gouda, Gruyere, Halloumi, Havarti, Jarlsberg, Lancashire, Manchego, Orkney, Paneer , Parmesan, Hard Pecorino, keju Provolone dan Red leicester.

Keju lunak olahan, terbuat dari susu pasteurisasi seperti Roulade, Cheese Cream, Feta, Keju Kambing, Mascarpone, Mozzarella, Quark dan Ricotta. Ini adalah sumber kalsium yang baik untuk tulang ibu dan juga perkembangan janin.

Hal yang harus diperhatikan saat mengkonsumsi Keju

Keju memiliki kandungan yang cukup baik dan sebagian dibutuhkan oleh ibu hamil namun ada keju tertentu yang dilarang. Ketika seorang ibu hamil ingin mengkonsumsi keju maka maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya adalah :

[device] [/device] [notdevice] [/notdevice]
  1. Seorang ibu hamil yang mengkonsumsi keju harus memastikan apakah cocok dengan keju. Karena ada beberapa orang yang memang memiliki alergi terhadap susu sapi dan ada sebagian orang yang tidak cocok ketika mencerna olahan sapi yakni salah satunya adalah Keju.
  2. Jika ibu hamil termasuk orang yang menyukai keju, maka kalau mengkonsumsi keju harus dalam jumlah yang wajar, karena jika terlalu banyak mengkonsumsi keju membuat tubuh dipenuhi oleh keju dan sudah merasa kenyang tanpa mengkonsumsi yang lainya, hal ini dapat membuat jenis gizi yang kita dapatkan akan cenderung monoton.
    Karena ibu hamil lebih baik mengkonsumsi makanan yang seimbang dan dari berbagai sumber yang bervariasi misal karbohidrat, vitamin, dan sayuran. Ini akan sangat baik dikonsumsi oleh ibu hamil karena dapat mencegah terjadinya buang air besar keras yang sering dialami ibu hamil pada umumnya.
  1. Ibu hamil harus menghindari keju yang dikonsumsi dengan vitamin hamil (biasanya ibu hamil pada saat trimester akhir mendapat obat penambah darah). Yang memiliki kandungan kalsium di dalam susu dapat memperlambat penyerapan vitamin ibu hamil.
    Ketika ingin mengkonsumsi maka pisahkan makanan yang mengandung vitamin dengan makanan yang mengandung susu atau keju. Konsultasikan ke dokter terlebih dahulu jika ibu hamil memliki obat-obtan yang lainya.
  1. Bagi ibu hamil agar menghindari mengkonsumsi makanan yang masih mentah sekaligus kebersihannya tidak dapat dijamin. Misalnya makanan yang dijual dijalanan. Jika ingin memakan salad buah ataupun sayur lebih baik membuatnya sendiri dirumah karena lebih bisa menjamin kebersihanya. Jika mengkonsumsi sayur dan buah maka diharapkan ibu mencuci hingga yakin bersih. Makanan yang masih mentah dapat menjadi sumber infeksi kuman/bakteri/parasit yang membahayakan kehamilan seorang ibu.
  2. Simpan keju dengan cara yang benar karena jika anda menyimpan keju dengan cara yang salah maka akan membuat keju terkontaminasi kemudian tercampur bakteri yang bisa membahayakan ibu hamil. Bungkus keju dengan baik kemudian simpan ditempat yang kering dan sejuk.

Jenis keju seperti apa yang tidak boleh ibu makan

Keju lunak, disterilkan maupun tidak, seperti Brie, Green Brie, Cambozola, Camembert, Chaumes, Chevre, Pont l’Eveque, Taleggio dan Vacherin fribourgeois.

Keju biru seperti Bergader, Bleu d’Auvergne, Blue Wensleydale, Shropshire, Danish Green, Dolcelatte, Gorgonzola, Roncal, Roquefort dan Tomme.

Keju lunak yang tidak dipasteurisasi seperti Chabichou dan keju domba, Pyramide dan Torta del cesar.

Nutrisi untuk ibu hamil selama 9 bulan kehamilan selalu penting untuk menciptakan fondasi terbaik bagi bayi di masa depan. Mudah-mudahan dengan sharing yang spesifik tentang “Apakah aman untuk makan keju saat hamil?” dapat membantu ibu memiliki menu yang aman selama kehamilan.

Bahaya Keju Bagi Janin Dan Ibu Hamil

Adapun bahaya keju untuk ibu hamil adalah :

  1. Makan keju yang berlebihan mengakibatkan janin ketika sudah keluar dan tumbuh besar akan mudah terserang HIPERTENSI. Jadi maksudnya adalah janin akan mengalami darah tinggi setelah lahir. Ini akibat janin terlalu banyak mengkonsumsi zat atau protein yang terkandung dalam keju.
  2. Ketika didalam janin sang bayi mengkonsumsi keju maka kemungkinan perkembangan ginjal tidak akan mampu berkembang dengan baik, hal ini akibat dari kebanyakan keju. Sedangkan keju mengandung garam yang kurang baik bila dikonsumsi bila dikonsumsi manusia seperti apa yang kita ketahui. Apalagi usia masih janin tentunya sangat tidak dianjurkan.
  3. Ketika ginjal sudah tidak bisa berfungsi dengan baik maka akan terjadi gangguan metabolisme pada tubuh, janin yang terlalu banyak mengkonsumsi keju membuat metabolism tubuhnya jadi terganggu.
  4. Keju memang memiliki fungsi untuk pertumbuhan gigi dan tulang, namun Ketika kita salah memilih keju yang akan dikonsumsi maka akan mengaggu proses pertumbuhan gigi pada janin.

Mungkin masih banyak lagi bahaya yang bisa terjadi oleh karena itu jika seorang ibu hamil ingin mengkonsumsi maka harus berhati hati dalam meilih keju yang akan dikonsumsi mengingat bahaya yang akan di alami.

Leave a Reply

Your email address will not be published.