Apa itu Penyakit Anoreksia Nervosa dan Apa penyebabnya?

Posted on

Anoreksia Nervosa adalah suatu gangguas psikis dimana sipenderita selalu merasa terlalu gemuk dan membiarkan dirinya kelaparan. (Sebelumnya juga membahas tentang : Apa Itu Kolesterol, Berbahayakah? ) Para penderita selalu mencoba mempertahankan berat tubuhnya dibawah normal sehingga terlihat sangat kurus. Mereka juga sering kali menolak untuk makan meskipun terasa sangat lapar. Anoreksia nervosa juga tergolong penyakit yang sulit untuk diobati. Namun dengan pengobatan serta terapi berkala bisa mengembalikan pemikiran yang lebih baik lagi untuk mengenal siapa dirinya dan mengembalikan nafsu makan yang hilang.

Pada umumnya pengidap anoreksia nervosa adalah remaja putri atau perempuan dewasa. Namun usia paling rawan munculnya penyakit ini adalah saat berusia 16-20 tahun. Dimana pada usia tersebut kebanyakan para remaja putri menginginkan tubuh yang langsing.

Kebanyakan dari penderita Anoreksia Nervosa kehilangan berat badannya karena sangat membatasi jumlah makan yang mereka konsumsi. Selain itu ada juga penderita yang menghilangkan berat badannya dengan cara berolahraga secara berlebihan tanpa didampingi dengan asupan makanan. Bahkan ada beberapa penderita yang mengontrol kalori yang diperoleh dengan cara memuntahkan makanan yang telah dikonsumsi dengan menyalah gunakan obat diuretic, enema, atau laxative.

Penyakit Anoreksia Nervosa memiliki beberapa gejala,

yaitu gejala secara fisik, emosional, serta kebiasaan. Untuk lebih jelasnya silahkan simak gejala anoreksia nervosa berikut ini.

Gejala secara fisik

  1. Kadar darah yang tidak normal
  2. Sulit untuk tidur
  3. Selalu terlihat kelelahan meskipun tidak melakukan aktivitas yang berat
  4. Kehilangan berat badan secara ekstrem
  5. Tubuh sipenderita akan terlihat sangat kurus
  6. Sering mengalami pusing dan pingsan
  7. Jari mengalami perubahan warna menjadi sedikit kebiru-biruan
  8. Kuku pada jari menjadi sangat rapuh
  9. Memiliki rambut yang tipis serta mudah patah dan rontok
  10. Sering terlambat menstruasi
  11. Ritme detak jantung yang tidak beraturan
  12. Tidak tahan terhadap udara dingin
  13. Kulit nampak terlihat kering dan keriput
  14. Mengalami pembengkakan pada bagian lengan atau kaki
  15. Sering mengalami dehidrasi

Gejala secara emosional dan kebiasaan

  1. Selalu berolahraga secara berlebihan
  2. Menolak untuk mengonsumsi makanan yang bergizi
  3. Seringkali mengesampingkan rasa lapar yang muncul
  4. Mengasingkan diri dari masyarakat
  5. Selalu terlihat depresi
  6. Suasana hati yang datar sehingga mudah marah
  7. Tidak tertarik dengan aktifitas seksual

Sampai saat ini penyebab penyakit anoreksia nervosa belum diketahui secara pasti. Namun, kebanyakan para ahli berpendapat jika masalah kesehatan anoreksia nervosa bersumber dari beberapa faktor yang diantaranya faktor biologis, psikologis serta faktor sosiokultural.

Biologis

Beberapa orang secara genetik mudah mengidap penyakit anoreksia nervosa. Terlebih lagi jika keturunan dari seorang ibu yang memiliki gangguan makan, maka akan memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengidap penyakit ini.

Psikologis

Banyak diantara pengidap anoreksi nervosa memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah. Mereka juga kemungkinan memiliki kepribadian yang obsesif-kompulsif bawaan sehingga tetap melakukan diet ketat serta menahan rasa lapar. Selain itu, mereka juga cenderung memiliki sifat perfeksionis dengan selalu berfikir terlihat gemuk meskipun pada kenyataannya dia sudah terlihat sangat kurus

Sosiokultural

Kultur negara barat yang seringkali menilai kecantikan dari badan yang kurus berkontribusi menimbulkan penyakit anoreksia nervosa. Ditambah lagi banyaknya media setempat yang menayangkan model atau aktris sukses yang bertubuh kurus membuat para wanita ingin selalu terlihat kurus.

Anoreksia penting untuk segera mendapatkan pengobatan, hal ini dikarenakan bisa memunculkan masalah komplikasi kesehatan yang lainnya. Adapun komplikasi yang rawan diderita adalah anemia, gagal ginjal, osteoporosis, dan gagal jantung.

Semoga artikel ini membantu.

Terima kasih telah membaca artikel tentang apa itu anoreksia. Apabila artikel ini bermanfaat silakan dibagikan, terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *