Tekan Penyebaran HIV AIDS Melalui Partisipasi Semua Pihak

Posted on

Tekan penyebaran HIV/AIDS melalui partisipasi semua pihak. Semua pemangku kepentingan secara bersama-sama diminta mendorong upaya pencegahan penyakit HIV/AIDS guna menekan angka penderita yang yang terus bertambah di Indonesia.

Permintaan itu disampaikan Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Kementerian Sosial Marjuki, di Medan, Senin (6/11/2017).

“Meningkatnya angka pengidap HIV/AIDS setiap tahunnya menunjukkan bahwa kurangnya pemahaman masyarakat terhadap pencegahan dan faktor penyebab penyakit tersebut sehingga dinilai perlu dukungan kuat dari semua kalangan,” ujarnya.

Marjuki mengatakan itu usai menngelar workshop sosialisasi pencegahan HIV/Aids dan Peraturan Perundang-Undangan Bidang Rehabilitasi Sosial. Menurut dia, melihat meningkatnya angka penderita HIV/AIDS itu, Kementerian Sosial bekerja sama dengan Sahabat Peduli Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) juga terus melakukan sosialisasi tentang pencegahan penyakit tersebut.

Pencegahan dinilai semakin penting karena HIV/AIDS adalah salah satu penyakit yang penderitanya cukup banyak karena bisa terkena dari berbagai faktor, mulai penggunaan narkoba, jarum suntik, atau hubungan intim. Marjuki mengakui, pencegahan paling efektif adalah dilakukan bekerja sama dengan keluarga yang merupakan orang terdekat.

Apalagi rata-rata penderita berada di umur 15-24 tahun yang merupakan usia relatif muda. “Penyebaran HIV/AIDS bisa ditekan kalau semua masyarakat mengetahui sumber penyakit itu sehingga sejak awal sudah dihindari atau diantisipasi,” katanya. (jpp)

Terima kasih telah membaca artikel tentang NELITI PERTISIPASI ORANG DENGAN HIV. Apabila artikel ini bermanfaat silakan dibagikan, terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *